Ini Dia Torehan Kontribusi Pertamina Patra Niaga untuk Masyarakat Sulawesi

Pambudi, offshoreindonesia.com
Minggu, 16 Januari 2022 | 19:48 WIB


Ini Dia Torehan Kontribusi Pertamina Patra Niaga  untuk Masyarakat Sulawesi
Distribusi BBM ke lokasi Satu Harga di Kecamatan Seko melalui medan yang menantang. (Foto: Humas Pertamina)
OFFSHORE Indonesia – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi membuktikan komitmennya untuk terus menghadirkan dan mendekatkan energi untuk masyarakat. Sesuai dengan tagline “Energizing You”, Pertamina berupaya untuk bisa memberikan energi bagi masyarakat, tidak hanya melalui beragam inisiatif program untuk mendekatkan energi untuk masyarakat, namun juga Pertamina melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Sehingga energi dirasakan betul untuk menggerakkan semua sendi kehidupan 

Perluas Energi ke Pelosok Negeri

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina memiliki tanggung jawab besar untuk menyediakan energi di seluruh pelosok negeri. Dari kota besar hingga kecamatan, dari wilayah pedesaan hingga menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil), semuanya berhak mendapat energi yang berkeadilan. Karena itu, bagi Pertamina, mendistribusikan energi bukan mengejar profit semata, tetapi untuk menghidupkan semangat energi merah putih di setiap jengkal tanah wilayah NKRI. 

Seperti kita ketahui, Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dan memiliki tantangan distribusi energi tersulit di dunia. Bahkan, masih ada beberapa lokasi di pelosok Indonesia yang hingga saat ini belum merasakan mudahnya mendapatkan akses energi. 

Untuk itu, salah satunya agar energi dekat dengan masyarakat, pemerintah mencanangkan program BBM Satu Harga. Dimana pada program BBM Satu Harga ini, Pertamina diberikan mandat untuk menjamin ketersediaan energi terutama ketersediaan BBM di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T). Sebelumnya, wilayah 3T ini merupakan wilayah yang belum terjamah akses energi sama sekali seperti di wilayah lainnya dikarenakan lokasi dengan akses yang sulit. 

Sulawesi memiliki karakteristik geografis kepulauan dan beberapa pegunungan sehingga terdapat beberapa daerah yang terisolir dikarenakan akses untuk menuju tempat lainnya terhalang karena medan yang dilalui cukup ekstrem ataupun terpisah cukup jauh dari daratan. Hal ini tak menyurutkan langkah Pertamina untuk menghadirkan energi di daerah tersebut dengan harga sama seperti yang dinikmati masyarakat di perkotaan. 

"Dengan tantangan distribusi serta berbagai tantangan yang dihadapi, tidak membuat Pertamina pantang surut, bahkan menjadi motivasi untuk sepenuh hati melayani saudara-saudara kami di seluruh wilayah NKRI,” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali. 

Menurut Laode, penyediaan dan pendistibusian energi yang handal di berbagai sektor laksana urat nadi yang akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, industri serta jalannya pemerintahan. Negara yang kuat adalah negara yang ketahanan dan kemandirian energinya kuat. 

Dalam konteks ini, imbuh Laode, Pertamina mengemban tugas menjaga kedaulatan negara melalui distribusi energi di seluruh pelosok negeri. Pada tahun 2021, tercatat Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menambah 10 titik BBM Satu Harga, sehingga total lokasi BBM Satu Harga sejak tahun 2017 di Sulawesi adalah 31 titik. 

Selain itu untuk memperluas akses energi pada tahun 2021, dilakukan juga program Pertashop dan OVOO (One Village One Outlet). 

Melalui program OVOO, Pertamina memastikan akses pangkalan LPG dekat dengan masyarakat, khususnya dengan memperluas channel penjualan LPG PSO yang ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan hingga kelurahan terutama daerah yang belum terdapat titik distribusi. Dimana tercatat sebanyak 8.594 desa/kecamatan di Sulawesi sudah terdapat pangkalan LPG sehingga hampir 100% seluruh desa/kecamatan di Sulawesi tersedia akses pangkalan LPG. 

Selain OVOO, inovasi terus dikembangkan Pertamina demi meningatkan akses pembelian BBM untuk masyarakat perdesaan, Pertamina terus memperluas jangkauan titik Pertashop di Sulawesi. Saat ini pun tercatat sebanyak 253 titik Pertashop yang ada di Sulawesi. 

“Pertashop merupakan salah satu terobosan layanan Pertamina untuk membuka akses energi bagi masyarakat di perdesaan dengan menyediakan One Stop Pertamina Shopping Outlet produk yaitu BBM, LPG dan Pelumas. Pertamina ingin mendekatkan pelayanan BBM di setiap desa,” papar Laode.

Program Pertashop dan OVOO akan sangat berdampak bagi pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan. Masyarakat di daerah perdesaan yang selama ini kesulitan akses dengan BBM dan LPG serta produk Pertamina lainnya, akan semakin mudah dijangkau. Hal ini akan berdampak pada pengembangan ekonomi berbagai pelaku usaha di pedesaan seperti petani, nelayan, bengkel, home industri dan lain sebagainya. 

Torehkan Capaian Baru, Patra Niaga Sulawesi Raih Penghargaan Proper Emas Pertama

Tidak hanya akses energi baik BBM dan LPG yang tahun 2021 diperluas oleh Pertamina Patra Niaga di Sulawesi. Di tahun 2021 pun, melalui inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasinya, Pertamina Patra Niaga memberikan kado terindah bagi masyarakat Sulawesi dengan berhasil memperoleh penghargaan tertinggi di Indonesia pada bidang ketaatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui salah satu wilayah operasinya yakni Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin yang berada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dengan berhasil mendapatkan penghargaan Proper Emas. 

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara rutin setiap tahunnya menggulirkan program pemeringkatan perusahaan (PROPER) berdasarkan kepatuhannya terhadap aspek lingkungan, tidak melakukan pencemaran bahkan mampu melakukan penghematan energi hingga memberikan manfaat serta menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar melalui program CSR nya. 

Perlu diketahui, bagi Perusahaan yang melakukan program CSR yang baik terhadap masyarakat sekitar ia berhak mendapatkan predikat PROPER Hijau dan apabila telah diraih selama 3 tahun berturut-turut tanpa putus perusahaan tersebut berhak dicalonkan sebagai kandidat PROPER Emas, Penghargaan tertinggi yang diberikan terhadap perusahaan yang tak hanya patuh terhadap lingkungan, namun melalui inovasi sosialnya mampu memberikan nilai tambah signifikan terhadap masyarakat. Penilaian dilakukan secara independen oleh Dewan PROPER terdiri dari pakar yang mewakili beberapa unsur yakni Pers, Akademisi, Pemerhati Lingkungan Perempuan dan Anak, serta Kebijakan Publik dan Konsumen. 

“Penghargaan PROPER ini merupakan bukti bahwa CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi tidak hanya sekedar charity memberikan donasi/bantuan kemudian selesai. Namun programnya lebih kearah inovasi sosial yang dilakukan melalui social mapping yang terukur, riset terhadap inovasi sosial yang mendapatkan afirmasi beberapa universitas dan balai teknologi serta hubungan baik dengan masyarakat sehingga menciptakan creating shared value (CSV). Tentunya, ini sebagai pengakuan publik dan pemerintah bahwa CSR kami ’bukan kaleng-kaleng’” ujar Laode. 

Terpisah Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi kepada Pertamina DPPU Hasanuddin yang berhasil mencatat rekor sebagai perusahaan Pertama Peraih PROPER Emas di wilayahnya. Pihaknya melalui Badan Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi senantiasa mendorong seluruh perusahaan untuk bisa seperti apa yang telah dilakukan Pertamina sehingga tercipta pembangunan yang berwawasan lingkungan. “Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada Pertamina DPPU Hasanuddin sebagai perusahaan peraih PROPER Emas pertama di Sulawesi Selatan, semoga raihan ini dapat mendorong kearah Sulsel lebih baik dan dapat ditiru oleh Perusahaan lain disini,” tandas pria kelahiran Bone ini. 

Selain itu, lewat program inovasi sosialnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pun meraih penghargaan Proper Hijau untuk wilayah operasi Integrated Terminal Makassar, Integrated Terminal Bitung dan Fuel Terminal Pare-Pare. 

Tidak hanya itu, pada tahun 2021 Penghargaan CSR Pertamina yakni La Tofi Nusantara CSR Award untuk program CSR Aplikasi Probiotik untuk Mendukung Ketahanan Pangan milik Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin di Maros yang memenangkan penghargaan dalam kategori Integrasi Program untuk Dampak Luas dan program CSR Sekolah Anak Percaya Diri milik Integrated Terminal Makassar yang meraih penghargaan pada kategori Peningkatan Mutu Pendidikan serta berhasil mendapatkan penghargaan Juara 3 Pilar Sosial dalam ajang TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) dan CSR Award tahun 2021 oleh BUMN Track. 

Selain mendapatkan pengakuan atas program sosial yang dilakukan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pun pada tahun 2021 mendapatkan penghargaan Patra Nirbaya Karya Utama dari Kementerian ESDM atas capaian mencapai 16 juta lebih jam kerja aman tanpa kehilangan hari kerja karena kecelakaan berdasarkan Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 516.K/38/M.PE/1989 tanggal 29 Mei 1989. Ditambah beberapa sertifikasi diantaranya Implementasi ISO 37001 Sistem Management Anti Penyuapan dan ISO 9001, 14001 dan 45001 untuk implementasi supply & distribution di wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.