Banten Canangkan Gerakan Lawan Tulang Keropos

Pam, offshoreindonesia.com
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 08:54 WIB


Banten Canangkan Gerakan Lawan Tulang Keropos
Foto: istimewa
Offshore Indonesia - Persatuan Warga Tulang Indonesia (Perwatusi) terus menggaungkan gerakan daerah melawan osteoporosis. Salah satunya di Provinsi Banten. 

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar yang hadir sekaligus mencanangkan Gerakan Melawan Osteoporosis di wilayahnya mengatakan, perilaku hidup sehat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan berolahraga.

"Lebih spesifik lagi pada hari berbahagia ini kita olah raga khusus dalam rangka terapi pada tulang kita. Tulang adalah salah satu bagian tubuh yang sangat vital oleh karenanya kita harus jaga, harus kita rawat," kata Al Muktabar dalam acara pencanangan Gerakan Banten Melawan Osteoporosis di Lapangan Apel Sekda Banten, Jumat (26/6/2022). 

Ia mengapresiasi Gerakan Banten Melawan Osteoporosis yang diinisiasi Persatuan Warga Tulang Indonesia (Perwatusi) ini sebagai satu langkah besar yang akan sangat membantu masyarakat khususnya di Provinsi Banten agar bisa beraktivitas dengan sempurna.

"Kalau saya pinjam dalam dunia kesehatan, mungkin ini disebut agenda preventif, sekaligus juga mungkin promotif untuk kita mengkampanyekan," ucap Al Muktabar yang juga Sekretaris Daerah Banten sejak 2019. 

Lebih lanjut, Al Muktabar menyebutkan, berbagai hasil riset menunjukkan bahwa senam berfungsi menguatkan tulang. Ia mencontohkan Wakil Presiden KH Maruf Amin. 

"Bapak Wakil Presiden kalau pulang ke Tanara (Tangerang), kita menyaksikan beliau dalam waktu 30 menit bahkan lebih melakukan gerakan berjalan kaki, mungkin itu tadi juga membuat beliau menjadi pembina dari gerakan ini," tuturnya.

"Artinya nyata bukti, gerakan senam, aktivitas kita jalan ini sangat penting, agar tulang kita kuat. Tadi ketua umum (Anita Hutagalung, ketua umum Perwatusi) katakan kalau tulang kuat, kita sehat, kita akan produktif," imbuh Al Muktabar.

Dalam kesempatan itu, Al Muktabar mengajak media  juga berperan aktif dalam rangka memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat. "Sehingga ini menjadi satu langkah bersama, hari ini kita melalukan satu Gerakan Melawan Osteoporosis," pungkasnya. 

Ketua Umum Perwatusi Anita A Hutagalung menyampaikan, masyarakat perlu mengubah mindset mengenai penyakit tulang osteoporosis. Selama ini, osteoporosis dianggap penyakit orang yang sudah tua. 

Padahal, kata dia, kaum muda pun berpotensi terkena osteoporosis. Untuk itu, osteoporosis harus juga disosialisasikan secara benar dan dicegah sejak dini. 

"Harus kita cegah, mulai ibu hamil perhatian kalsiumnya, dari anak-anak. Mereka olahraga, tapi mungkin tidak tahu hubungan olah raga untuk apa," ujar Anita dalam jumpa pers di lokasi yang sama. 

Maka dari itu, lanjut Anita, Perwatusi juga punya program ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman dan sosialiasi tentang osteoporosisi. "Ke guru-guru ilmu keropos tulang ini, dan juga anak sekolah bergerak bersama dan kami juga sudah mengemas bersama Perosis (Perhimpunann Osteoporosis Indonesia, terdiri dari pakar-pakar medis yang peduli dengan osteoporisis," sambung dia.

Anita menilai kegiatan berolah raga di Provinsi Banten ini sudah luar biasa. "Kemarin Porwonas juaranya banyak sekali dari Banten, makanya saya memilih salah satu Banten ini karena kepedulian masyarakat untuk bergerak sudah bagus, tinggal memberitahu mereka bergerak ini apa benar atau tidak," ujar Anita.

Anita menjelaskan, orang yang rajin berolahraga seperti senam pun bisa terkena osteoporosis jika yang bersangkutan melakukan gerakan yang berlebihan tidak teratur dan terukur.

"Ilmu seperti itulah yang selalu kami berikan, gerakan yang baik benar, baik, terukur supaya tidak ada cedera untuk orang-orang terutama 56 tahun ke atas, itu bahaya sekali," tuturnya. 

Gerakan Daerah Melawan Osteoporosis ini, jelas Anita, melanjutkan Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis yang dicanangkan oleh Wapres KH Maruf Amin pada 21 Oktober 2021 di Jakarta. 

"Menggaungkan daerah melawan osteoporosis kita melakukan di enam provinsi, InsyaAllah September selesai, dan di akhir kami ada Hari Osteoporosis Nasional pada tanggal 23 Oktober," demikian Anita A. Hutagalung.