Modal 80 Juta, Anda Bisa Nikmati Nikmatnya Wisata Seks di 10 Negara Ini 

Tempo, offshoreindonesia.com
Rabu, 16 Januari 2019 | 17:10 WIB


Modal 80 Juta, Anda Bisa Nikmati Nikmatnya Wisata Seks di 10 Negara Ini 
Museum prostitusi Red Light Secrets di Amsterdam Belanda
Jakarta, OFFSHOREINDONESIA - Sudah bukan rahasia lagi, jika pariwisata seks sudah dilegalkan di beberapa kota di dunia ini. Amsterdam, misalnya, Anda akan mudah menemukannya di buku panduan yang dijual di toko-toko souvenir.

1. Jerman

Bisnis prostitusi dan bahkan prostitusi jalanan sepertinya sudah tersebar luas di negeri ini. Pariwisata seksual di Jerman memiliki sejarah panjang dan terorganisir sejak tahun 1200-an. Menariknya, orang-orang bergabung di bisnis ini bisa dengan mudah bergabung lewat iklan atau tawaran pekerjaan melalui perusahaan SDM.

2. Republik Dominika 

Wisatawan ke Republik Dominika akan melihat bordil legal, panti nikah, dan pelacur secara terbuka berkeliaran di banyak daerah pusat kota Santo Domingo dan Puerto Plata. Republik Dominika menempati urutan keempat tertinggi di dunia di antara negara-negara pengekspor sejumlah besar pekerja seks.

3. Spanyol

Sejumlah kota di Spanyol, termasuk Madrid, Ibiza dan Barcelona yang terkenal dengan klub dan bar yang jadi favorit banyak orang. Negara ini juga menjadi tujuan wisata seks populer. Pada beberapa jalanan juga dikenal sebagai area lampu merah.

4. Kenya 
Kenya memiliki salah satu industri pariwisata seks terbesar di benua Afrika. Negara ini tidak membatasi praktik tersebut meskipun tingginya tingkat IMS dan HIV. Menariknya, Kenya adalah tujuan populer di kalangan wanita kulit putih yang lebih tua yang ingin 'membeli' waktu dengan seorang pria. Anak-anak dibujuk ke pelacuran oleh wisatawan yang rela membayar mahal untuk berhubungan seks di lokasi rahasia.

5. Belanda 
Sering dianggap sebagai salah satu tujuan wisata seks paling populer di dunia. Prostitusi adalah legal dan diatur di Amsterdam. De Wallen, adalah distrik lampu merah terbesar dan paling terkenal di kota ini. Di sini dipenuhi oleh turis yang berjejer di jalan-jalan sempit, dengan para wanita dipajang melalui pintu kaca.

Hampir setiap pekerja seks di Amsterdam memiliki lisensi atau surat izin dari pemerintah. Mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dan pengecekan kondisi kerja. Meski Distrik Lampu Merah Amsterdam terus menarik banyak pengunjung, 'daya pikat' kawasan ini menyusut dalam beberapa tahun terakhir.
 


ARTIKEL TERKAIT