Menyambut Era Biodiesel Bersama Oli Meditran SX BIO

Pardosi, offshoreindonesia.com
Jumat, 06 Maret 2020 | 12:38 WIB


Menyambut Era Biodiesel Bersama Oli Meditran SX BIO
Oli Meditran SX BIO/ist
OFFSHORE Indonesia - Era biodiesel sudah di depan mata. Ini dibuktikan dengan gerak cepat pemerintah melakukan berbagai terobosan demi mewujudkan impian itu. Suatu saat nanti, seperti dilontarkan Presiden Jokowi dalam peresmian Program Biosolar 30 persen (B30) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) COCO  3112802 di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, pada Senin, (23/12/2019) lalu, Indonesia akan betul-betul menjadi sebuah negara yang mandiri energi.

“Ingat kita penghasil sawit tersebar di dunia. Kita punya sumber bahan nabati sebagai pengganti solar. Kita manfaatkan untuk kemandirian energi nasional,” tegas Presiden.

Namun untuk mencapai hal tersebut, Presiden meminta agar program B30 dilakukan secara serius dan menyeluruh. Dari hulu hingga ke hilir. Bukan apa-apa, program B30 ini mampu memberikan sumbangan cukup besar kepada negara, yakni dapat menghemat devisa hingga Rp 63 triliun.

Selanjutnya, menurut Presiden, program B30 juga akan dapat mengurangi impor BBM dan menciptakan permintaan domestik CPO yang sangat besar. Hal ini dapat memberikan multiplier effect bagi 13,5 juta petani perkebunan kelapa sawit. Dengan kata lain, B30 akan berdampak terhadap perkebunan kecil yang membina petani rakyat yang selama ini bekerja di kebun kawit dan para pekerja yang bekerja di pabrik kelapa sawit.

“Program B30 nantinya menjadi B50 dan seterusnya juga menjadi B100. Akan tidak mudah kita ditekan-tekan lagi oleh negara lain, terutama kampanye negatif dari beberapa negara terhadap ekspor CPO kita. Karena kita sudah memiliki pasar di dalam negeri yang besar,” tandas Presiden.

Lalu, bagaimana dengan kesiapan PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang ditugaskan mewujudkan progam B30 tersebut? Menurut Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, pihaknya telah melakukan langkah cepat dengan melakukan penyaluran B30 sejak November 2019 di beberapa wilayah.

Antara lain TBBM Medan Sumatera Utara, Kilang Plaju Sumatera Selatan, TBBM Panjang Lampung, TBBM Plumpang DKI Jakarta, TBBM Balikpapan Kalimantan Timur, TBBM Rewulu Yogjakarta, TBBM Boyolali Jawa Tengah, Kilang Kasim Papua. “Kini, Pertamina telah menyiapkan 28 TBBM sebagai titik simpul pencampuran B30, yang nantinya akan disalurkan ke seluruh  SPBU millik Pertamina di seluruh Indonesia" ujar Nicke.

Untuk mengamankan suplai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan utama pencampuran B30, lanjut Nicke, Pertamina telah melakukan penandatanganan kerjasama pengadaan FAME dengan 18 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) yang ditunjuk oleh pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, pada Senin (16/12/2019).

Nicke menambahkan, biosolar B30 merupakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan karena emisi gas buang yang memiliki tingkat pencemaran yang rendah tanpa mengurangi performa kendaraan. 

Program B30 bahkan ditargetkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 14,25 juta ton C02 selama tahun 2020. Selain itu, program B30 juga ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja tambahan hingga 1,29 juta orang.

Sebagaimana perintah Presiden, Pertamina juga melakukan gerak cepat dengan memproduksi pelumas berteknologi tinggi. Pertamina ingin memastikan era biodiesel yang telah di depan mata juga harus dilengkapi dengan kehadiran oli yang handal pula. Untuk itu, Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Lubricants pada Desember 2019 kemudian meluncurkan Meditran SX BIO SAE 15W-40.

Pelumas keluaran terbaru dari Pertamina Lubricants ini merupakan pelumas heavy duty diesel oil yang didesain untuk aplikasi diesel modern berkecepatan tinggi yang menggunakan bahan bakar B5-B30.

“Pelumas Meditran SX Bio merupakan inovasi anak bangsa sebagai wujud nyata dukungan kami terhadap program pemerintah sekaligus sebagai bentuk komitmen dalam memberikan produk terbaik yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan sektor energi di Indonesia,” tandas Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono.

Dengan performance level API CH4 dan API CI4 Plus, Meditran SX Bio SAE 15W-40 tersedia untuk kendaraan penumpang, kendaraan komersial (bus dan truk) serta mesin-mesin industri. Produk yang diformulasikan khusus untuk mesin berbahan bakar biodiesel B2-B50 ini dirancang melalui proses research & development yang ketat dan panjang. 

Dipastikan, pelumas ini mampu membuat mesin yang beroperasi dengan biodiesel menjadi awet dan memberikan perlindungan ekstra bagi mesin. Bukan itu saja, Meditran SX Bio juga teruji tahan lama pada aplikasi biodiesel. 

Dalam engine test dengan simulasi kontaminasi biodiesel ke dalam pelumas, Meditran SX Bio memberikan performa yang unggul dibandingkan dengan pelumas biasa dalam kemampuannya melindungi mesin saat terjadi kontaminasi biodiesel ke dalam pelumas. 

Diketahui, PT Pertamina Lubricants merupakan anak perusahaan Pertamina yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri serta base oil untuk pasar domestik dan internasional yang tersebar di Asia, Afrika, dan Australia. 

Pertamina Lubricants mengoperasikan 3 unit produksi di Gresik, Cilacap, dan Jakarta serta 1 unit produksi di Thailand dengan total kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun. Saat ini, PT Pertamina Lubricants sudah memasarkan produknya di lebih dari 17 negara di dunia dan terus berinovasi untuk menjawab tantangan teknologi saat ini dan di masa depan. Ishak Pardosi


ARTIKEL TERKAIT