Minyak Kayu Putih Akan Uji Klinis Sebagai Penawar Virus Covid-19

Pam, offshoreindonesia.com
Senin, 06 Juli 2020 | 21:48 WIB


Minyak Kayu Putih Akan Uji Klinis Sebagai Penawar Virus Covid-19
Foto: Kementan
OFFSHORE Indonesia  - Untuk pengembangan penelitian eucalyptus (kayu putih)  menuju tahapan uji klinis kepada pasien yang terpapar virus covid 19, Kementerian Pertanian (Kementan) menjajaki kolaborasi dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam pengembangan inovasi produk aromaterapi berbahan dasar tanaman eucalyptus. 

Ketua IDI, Daeng Muhammad Faqih, mengatakan bahwa riset yang dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang dimiliki oleh Indonesia. Bukan tidak mungkin Indonesia mampu membuat sebuah temuan yang menjadi obat virus corona.

"Kerjasama yang akan kita lakukan dari hasil riset pertama di laboratorium mudah-mudahan akan menghasilkan perkembangan yang positif pada tahap uji klinis. Untuk itu kami akan mensupport terus apa yang sudah dilakukan oleh Kementan dan saya rasa ini adalah langkah yang besar bagi bangsa kita," kata Daeng saat konferensi pers, Senin, (6/7/2020).

Menurut Daeng, apa yang dilakukan Kementan bukan hanya mencari jalan keluar untuk virus corona. Namun lebih dari itu upaya ini untuk mencari persoalan masalah kesehatan lainnya dengan memanfaatkan kekayaan sumber alam yang ada di Indonesia. Terlebih saat ini negara-negara di seluruh dunia tengah berjuang dalam mencari penawar virus corona.

"Saya kira apapun akan dilakukan dalam membantu negara mengatasi berbagai permasalahan. Kementan sudah melakukan itu," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjry Djufry. Dia mengaku optimis bahwa inovasi yang dilakukan akan memberikan dampak dan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia.

"Mudah-mudahan ini langkah awal untuk menjawab semua keraguan atas  apa yang kita sudah hasilkan, meski sebatas uji laboratorium dan masih perlu uji lainnya," ujar Fadjry.

Sebelumnya, Kementan sudah lebih dulu bekerjasama dengan fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin dan fakultas kedokteran Universitas Indonesia dalam melakukan pengembangan penelitian dan riset. Dalam kerjasama ini Kementan berencana akan mengkormersialkan produk inovasi melalui lisensi pihak swasta yang melisensi produk dari Kementan.