Impor LNG dari Singapur Dipertanyakan

Doci, offshoreindonesia.com
Rabu, 03 April 2019 | 14:54 WIB


Impor LNG dari Singapur Dipertanyakan
Ilustrasi
OFFSHORE Indonesia - Pernyataan Direktur Utama PT Perta Arun Gas, Arief Widodo, bahwa pada Selasa (2/4/2019), akan menerima impor kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) perdana sebanyak 150.000 m3 dari perusahaan PT Energy Trading Ltd asal Singapur dinilai aneh dan patut dipertanyakan kebenarannya.

Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman dalam keterangannya, Rabu (3/4/2019). Yusri mempertanyakan apakah Perta Arun Gas hanya menyewakan tempat penyimpanan LNG kepada perusahaan Singapur, atau membeli LNG untuk pasokan kebutuhan dalam negeri.

"Kalau membeli LNG dari perusahaan trader Singapur tentu aneh,  karena belum lama berselang, Kepala SKK Migas menyatakan bahwa negara kita termasuk eksportir LNG terbesar ke 5 di dunia. Apalagi sejak tahun 1977 kita pernah tercatat selama hampir 20 tahun sebagai produsen dan eksportir LNG terbesar di dunia," imbuh Yusri.

Kemudian lanjut Yusri, pernyataan Kepala SKK Migas tersebut juga sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar pada awal Oktober 2018, ketika saat merilis buku Neraca Gas Indonesia (NGI) periode 2018-2027. Di dalam NGI dikatakan bahwa kebutuhan gas dalam negeri yang dihitung dengan 3 skenario dianggap cukup dan malah ada kelebihan untuk ekspor.

Adapun NGI sebelumnya, metodologi proyeksi kebutuhan gas dihitung berdasarkan gas yang sudah terikat kontrak dengan kebutuhan gas yang masih potensial. Sedangkan metode proyeksi kebutuhan gas 2018 sd 2027 dihitung berdasarkan realisasi pemanfaatan gas bumi, dan tidak diperpanjangnya kontrak ekspor gas serta asumsi pertumbuhan ekonomi, termasuk pembangunan RDMP/Refinery Develoment Masterplan Project Pertamina, pembangunan pabrik petrokimia dan pupuk sesuai jadwal.

"Agar tidak membingungkan publik, maka Perta Arun Gas harus menjelaskan resmi ke publik bahwa adanya impor LNG dari Singapur tersebut apakah hanya untuk kepentingan penyimpanan atau akan digunakan sebagai kebutuhan suplai gas ke jaringan gas Aceh-Medan," pungkas Yusri.