Ini Penjelasan Singkat PT SMGP Terkait Kebocoran Gas Tewaskan 5 Warga Mandailing Natal

Pam, offshoreindonesia.com
Selasa, 26 Januari 2021 | 11:04 WIB


Ini Penjelasan Singkat PT SMGP Terkait Kebocoran Gas Tewaskan 5 Warga Mandailing Natal
Ilustrasi ist
OFFSHORE INDONESIA - Lima warga Madina meninggal dunia dan puluhan warga lainnya dikirim  ke rumah sakit. Jatuhnya korban jiwa diduga akibat gas beracun dari kebocoran proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikerjakan PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. 

Akibat peristiwa tersebut, PT SMGP melalui keterangan resmi perusahaan yang didapat Offshore Indonesia, Senin (25/1/2021), mengucapkan rasa belasungkawa yang teramat dalam kepada keluarga dan kerabat dari kelima korban yang meninggal dunia.

Selanjutnya, PT SMGP mengungkapkan, kejadian terjadi di lapangan pada Senin siang saat PT SMGP melakukan uji untuk pengoperasian  salah satu sumur uap panas bumi sesuai dengan standar dan prosedur baku yang berlaku. "Namun sempat terjadi terpaparnya gas yang kemungkinan berupa H2S," demikian menurut keterangan pers perusahaan.

Prediksi H2S dikarenakan saat itu perusahaan sedang melakukan proses pengujian sumur. Akan tetapi perusahaan masih menyelidiki lebih lanjut apakah benar karena kebocoran H2S atau faktor lainnya.

PT SMGP menyampaikan rasa keprihatinannya kepada para warga desa Sibanggor Julu yang saat ini tengah menerima penanganan medis, baik di RSUD Panyabungan maupun RS Permata Madina.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah  sakit dan Dinas Kesehatan Madina untuk mendukung  perawatan dan pemulihan warga. Kami sangat menyesali  atas terjadinya musibah tersebut dan kami berkomitmen  penuh untuk memberikan dukungan yang diperlukan oleh para korban," sambung keterangan pers tertulis perusahaan.

Atas kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun ini PT SMGP siap untuk bekerjasama dengan semua pihak termasuk keluarga. "Kami bekerja sama dengan aparat setempat untuk memastikan keselamatan semua orang, baik anggota masyarakat  maupun para pekerja di lokasi proyek," lanjut keterangan perusahaan.

Untuk mencegah terjadinya pemaparan lebih lanjut, saat  ini sumur yang mengalami kebocoran telah ditutup oleh perusahaan. Perusahaan juga telah menghentikan kegiatan operasional di fasilitas  proyek untuk mendukung masyarakat dan pemerintah Mandailing Natal dalam penanganan musibah. PT SMGP telah berkoordinasi dengan pemerintah  Madina dan Kementerian ESDM.