Penerapan Sistem HIU Bisa Tingkatkan Kinerja Kepelabuhan Indonesia

Pam, offshoreindonesia.com
Rabu, 17 Februari 2021 | 18:59 WIB


Penerapan Sistem HIU Bisa Tingkatkan Kinerja Kepelabuhan Indonesia
OFFSHORE INDONESIA - Di masa Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, kuantitas dan kualitas infrastruktur  kepelabuhan di seluruh Indonesia terus ditingkatkan. Dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelabuhan yang baik, diharapkan akan mampu mendongkrak income bagi perekonomian Indonesia.

Menurut Pemerhati Pelabuhan dan Pelayaran R. Fajar Bagoes Poetranto,  dari WAM Consultant kepada awak media di Jakarta, Rabu (17/2) mengutip dari laporan World Bank 2016, rata-rata biaya logistik Indonesia selama tahun 2004-2011 mencapai 26,44% dari PDB.  Dari total biaya logistik tersebut komponen biaya angkutan memberikan kontribusi terbesar (12,04% dari PDB). Sedangkan komponen biaya administrasi memberikan kontribusi terendah (4,52 dari PDB), dan kontribusi persediaan berada diurutan menengah dengan 9,47% dari PDB.

Besarnya komponen biaya logistik terhadap PDB nasional menunjukkan bahwa kinerja logistik Indonesia masih kurang menggairahkan, sehingga mempengaruhi kondisi perekonomian nasional. 

"Laporan Studi Roadmap Maritim 4.0 IPB menunjukkan bahwa biaya logistik yang tinggi terjadi akibat dari biaya transaksi yang muncul dari pelabuhan kontainer. Biaya transaksi tersebut meliputi biaya dokumen, fee administrasi untuk custom clearance dan technical control, fee untuk custom broker, charges untuk terminal handling, dan transportasi darat," jelas Bagoes.

Disebutkan Bagoes yang akan menggelar acara webinar nasional UU Cipta Kerja pada Industri Pelabuhan dan Pelayaran Nasional 2021, pada 25 Februari mendatang menyebutkan, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut melansir program ke depan untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Program yang dilaksanakan diantaranya dengan mengoptimalkan peningkatan sistem layanan angkutan laut dalam negeri melalui teknologi informasi seperti sistem inaportnet dan layanan e-ticketing, mengembangkan sistem informasi pelabuhan, penguatan dan integrasi sistem informasi perhubungan laut.

Dan,  sistem yang telah berjalan adalah aplikasi Informasi Muat Ruang Kapal (IMRK) dan Inapornet untuk memudahkan pelaku usaha dan pemilik barang bisa mengetahui ruang kapal yang tersedia di kapal tol laut sesuai jadwal kapal tol laut. 

Kemudian ada Logistic Communication System (ILC) yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi jadwal kapal, posisi tracking kapal, ketersediaan container, shipping order, manifest dan biaya pengiriman, data statistik pengiriman muatan berangkat dan balik, sampai dengan harga jual barang kebutuhan pokok dan penting.

Meski demikian, praktiknya sering kali terjadi kendati sudah online, proses penyandaran kapal di sebuah pelabuhan yang sudah menerapkan Inaportnet tetap memerlukan tatap muka untuk membahas rencana kedatangan kapal dengan melibatkan Syahbandar, karantina dan sebagainya. Hal ini diperunyam, penerapan Indonesia National Single Window, masih dihadapkan pada kenyataan tidak seluruh instansi pemerintah yang terkait dengan proses pengurusan dokumen barang terintegrasi di dalamnya.

Wam Consultant juga memperhatikan kurangnya integrasi antar instansi keuangan, perdagangan dan perhubungan. Hasilnya platform teknologi informasi yang berada di bawah naungan mereka saling bersaing satu sama lain.

Memperhatikan perkembangan smartport yang tidak saja berkutat persoalan Internet of Things (IoT), green port.  Pelabuhan maju dunia seperti China sudah mengarah ke system blochain dan big data. China Merchant Port Grup (CMP) menggandeng Alibaba Grup, membangun platform blockchain untuk mendukung pelabuhan yang lebih efisien, serta meningkatkan pendapatan.

"Kami menggagaskan solusi bagi pelabuhan di Indonesia. Untuk membuat sistem terintegrasi yang memiliki visi meningkatkan efisiensi kinerja pelabuhan yang dikembangkan oleh anak bangsa," kata Bagoes.

Sistem ini dinamakan dengan HIU (Hybrid Integration Utilities), sesuai dengan situasi pengembangan sistem pelabuhan di Indonesia, penggunaan kata Hybrid Integration melambangkan proses inovasi yang akan dilakukan antara sistem yang existing dengan sistem yang akan dikembangkan.

Pengembangan Terminal Operating System diharapkan dapat mengorganisir Buffer Zone, mempercepat traffic proses Loading dan Discharging, dan menurunkan margin of error.

Selain memajukan inovasi dan juga teknologi dari pelabuhan di Indonesia, kami percaya ini dapat menjadi karya kebanggaan dan menjadi aset vital dalam perekonomian Indonesia.

Tahap pertama yang akan dilakukan dalam pengembangan sistem terintegrasi ini dengan melakukan adaptasi pola operasional. Baik dari pengondisian sumber data dari manual menjadi otomatis, hingga pengembangan sumberdaya yang disesuaikan untuk mengadaptasi digitalisasi data.

Dilanjutkan oleh tahap kedua yang masuk pada tahap implementasi dan integrasi teknologi terhadap sistem operasional pelabuhan.

Pada kesempatan yang sama, Ade Alfian sebagai pemerhati IT  Telecommunication mengatakan, transformasi Digital untuk smart port di pelabuhan ini dikhususkan port-port di Indonesia terutama kita juga harus ada kemajuan dari sisi teknologinya. Dengan digitalisasi ini mungkin lebih efisiensi lebih baik daripada sistem - sistem yang sudah berjalan ini dengan cara Artificial Intelijen (AI).  

"Dengan  adanya sistem atau transformasi Digital ini lebih mudah dan cepat tentu lebih efisien dan hemat. Dengan sistem yang ada juga resikonya harusnya bisa transparan dari sistem digital ini harusnya cost ini bisa murah, hemat dan mengurangi resiko," katanya.

Tujuan digital transformation dimana-mana itu ada beberapa komponen yang akan di-cover untuk mengubah cara kerja tradisional dengan cara kerja yang efektif dan efisien, salah satunya masalah cost efisiensi, masalah transparansi, akuntabiliti. 

"Nah itu semuanya akan terjawab dengan digital transformasi. Pekerjaan-pekerjaan yang di airport ini dan dikerjakan secara manual ini atau pun dalam konvensional banyak sekali transformasi ini masalah tracking cargo, masalah Investasi cargo, masalah registrasi online Sampai nanti ke pemakaian Artificial Inteligent (AI) untuk memonitor pergerakan orang dalam pelabuhan mungkin mengancam Sekuritas dari pelabuhan, itu semuanya bisa di digital transformasi kan dan semoga dengan cara ini nanti costnya dapat murah dan pengerjaannya lebih efisiensi," tandas Ade.


ARTIKEL TERKAIT