Motif Andre Rosiade Gerinda Tekan Pertamina Cepat Akuisisi Rekind Patut Dipertanyakan

doci, offshoreindonesia.com
Kamis, 15 Juli 2021 | 12:55 WIB


Motif Andre Rosiade Gerinda Tekan Pertamina Cepat Akuisisi Rekind Patut Dipertanyakan
Andre Rosiade
OFFSHORE Indonesia - Rencana Kementerian BUMN membentuk Namco (National Asset Management Company) mendapat dukungan dari Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman. Menurut dia, pembentukan lembaga ini ditujukan untuk penyehatan dan restrukturisasi aset-aset keuangan yang bermasalah, sehingga lembaga keuangan tetap sehat.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN 1 Pahala Nugraha Mansury juga mengatakan pembentukan ini dilatarbelakangi akibat pandemi covid19 saat ini telah berdampak pada kondisi keuangan perusahaan yang kurang baik.

Lebih jauh Pahala menjelaskan, nantinya NAMCO akan mengambil aset bermasalah dari perbankan dan lembaga lain seperti asuransi untuk disehatkan dan dialihkan kepada investor lain.

“Nah, seharusnya Andre Rosiade sebagai anggota DPR Komisi VI dari partai Gerindra mendorong Menteri BUMN Erick Tohir untuk cepat membentuk NAMCO, kemudian segera jadikan PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai pasiennya. Langkah itu jauh lebih tepat daripada memaksa Komut Pertamina mengakuisisinya,” ujar Yusri dalam keterangannya, Kamis (15/7).

Yusri menjelaskan, tidak ada satupun di dunia ada MNOC (Mayor National Oil Company) dan NOC (National Oil Company) memiliki perusahaan EPC sendiri, tetapi lazimnya ditunjuk dari EPC outsourcing.

Apalagi, alasan Andre ketika saat RDP antara DPR Komisi VI dengan Menteri BUMN pada kamis 8/7/2021, "Rekind harus segera diakusisi Pertamina yang lagi banyak proyek kilang, salah satunya adalah proyek pembangunan kilang Olefin TPTI Tuban bernilai Rp 50 triliun sudah di depan mata, Pak Menteri jangan sampai kalah wibawanya Kementerian BUMN oleh satu orang Komisaris Pertamina," tegas Andre.

Pada saat yang sama, Erick Tohir menyatakan ada beberapa inisiasi terkait strategi penyelamatan Rekind, sebab Rekind punya keahlian tersendiri, namun dia mengakui bahwa ada kesalahan kesalahan yang pernah dilakukan Rekind dalam mengoperasikan sebelumnya.

“Bisa jadi, secara tidak langsung Erick menyatakan Rekind ini sebelumnya punya masalah juga dengan perusahaan keluarganya, yaitu PT Panca Amara Utama (PAU) soal pembangunan pabrik pupuk amonia di Banggai Kabupaten Luwuk Sulawesi Tengah, karena dianggap Rekind telah wanpretasi dalam menyelesaikan pembangunan, PAU mencairkan jaminan pelaksanaan dan retensi totalnya USD 106,78 juta, untuk menguatkan dugaan itu, sejak 17 Mei 2019 PAU telah menggugat Rekind di badan Arbitrase Intenasional Singapura (SIAC),” papar Yusri.

Sebelumnya, Rekind sempat melaporkan perbuatan pidana yang dilakukan PAU ke Polda Metro dan Bareskrim Polri. “Tetapi sejak Erick Tohir menjabat Menteri BUMN, pertanyaannya, apakah Rekind masih berani ngotot?”

Secara total, Rekind dalam kasus PAU ini, setidak-tidaknya telah berpotensi dirugikan sekitar USD 142,78 juta atau setara Rp 2,07 triliun.

Selain itu, dari narasi yang dibangun oleh Andre bahwa tinggal satu komisaris Pertamina yang menghambat, maka patut diduga pencopotan dua komisaris Pertamina pada RUPS Pertamina 2 Juli 2021 sesuai SK Menteri BUMN nmr 222/MBU/07/2021, yaitu mencopot Komjen Purn Condro Kirono dan David Bingai dari anggota komisaris Pertamina diduga adalah upaya memuluskan akuisisi Rekind oleh Pertamina.

Seharusnya Andre paham apakah negara didirikan untuk Pertamina atau Pertamina didirikan untuk negara? Negara sudah katakan di pasal 91 UU BUMN, selain organ BUMN, pihak lain mana pun dilarang campur tangan dalam pengurusan BUMN. Rosiade sebagai Anggota Badan Legislatif seharusnya memahami bahwa mereka membuat UU justru harus lebih tunduk dan menghormati UU,” demikian Yusri.


ARTIKEL TERKAIT