Dimasa Pandemi KPAI Ikut Pantau Pembelajaran Tatap Muka di Beberapa Sekolah, Hasilnya Adalah

Pambudi, offshoreindonesia.com
Rabu, 28 April 2021 | 00:48 WIB


Dimasa Pandemi KPAI Ikut Pantau Pembelajaran Tatap Muka di Beberapa Sekolah, Hasilnya Adalah
Pembelajaran Tatap Muka (foto:ist)
OFFSHORE Indonesia - Sepanjang tahun 2020, KPAI sudah melakukan pengawasan ke 49 sekolah di 21 kabupaten/kota pada delapan (8) provinsi di Indonesia. Pada tahun 2021, terhitung Januari sampai April, KPAI sudah melakukan pengawasan ke sejumlah sekolah yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah daerah, diantaranya di kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Wonosobo, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat, kota Batam, kota Padang dan kabupaten Tasikmalaya. 

Adapun daftar sekolah yang diawasi, yaitu : SMK Negeri 9 Kota Bandung, SMPN 1 Kota Cimahi,  SDN Kenari 08 Jakarta Pusat, SMKN 32 Jakarta Selatan dan MTs Negeri 32 Jakarta Selatan. Ada juga sekolah yang tidak termasuk piloting ujicoba PTM terbatas yang diawasi penyiapan buka sekolahnya, yaitu SMKN 57 Jakarta Selatan dan SMPN 106 Jakarta Timur.  

Ada sejumlah daerah  yang pengawasannya menggunakan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dan jaringan guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yaitu untuk wilayah provinsi Sumatera Barat dan provinsi Kepulauan Riau (Kota Batam).  Jadi sepanjang 2020 sampai April 2021, KPAI sudah melakukan pengawasan langsung penyiapan maupun ujicoba PTM total di 56 sekolah. 

Penilaian kesiapan PTM dilakukan KPAI dengan menyusun daftar periksa PTM yang terbagi atas 4 bagian besar, yaitu :  (1) kesiapan infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) (nilai maksimal 30); (2) Kesiapan Protokol Kesehatan/SOP AKB (nilai maksimal 30); (3) Pemasangan petunjuk, tanda panah, Prokes/SOP di tiap ruang, serta sosialisasi prokes/SOP AKB keseluruh warga sekolah, termasuk orangtua siswa (nilai maksimal 30); dan (4) adanya kerjasama tertulis antara pihak sekolah dengan fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas, Klinik, maupun Rumah Sakit (RS) untuk mengatasi keadaan darurat, misalnya siswa pingsan di sekolah atau saat masuk lingkungan sekolah suhunya di atas 37,3 derajat (nilai maksimal 10). 

“Hasil pengawasan tahun 2020 di 49 sekolah pada 21 kabupaten/kota  menunjukkan bahwa mayoritas sekolah belum siap sebanyak 83,3% dan yang sudah siap hanya 16,7%.  Namun, saat pengawasan tahun 2021, mayoritas sekolah sudah siap dengan nilai rata-rata 80-an berdasarkan daftar periksa PTM versi KPAI. Uraian berikut adalah  hasil pengawasan PTM yang dilakukan KPAI pada Januari sampai April 2021," urai Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan dalam keterangannya kepada media, Senin (26/4).

Pengawasan PTM Di Provinsi Jawa Tengah 

Retno Listyarti (Komisioner KPAI) telah melakukan pengawasan di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Tegal, Kabupaten Magelang, Kota Semarang, dan kota Solo (tahun 2020) dan Kabupaten Wonosobo (2021).  Pada April 2021, dari hasil pemantauan KPAI, seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Satu kabupaten/kota masing-masing melakukan uji coba terbatas dengan hanya 5 sekolah di jenjang SMP dan SMA/SMK, termasuk Madrasah. 

Hasil pengawasan di SMAN 1 dan SMPN 1 Kabupaten  Wonosobo menunjukkan kesiapan daerah maupun sekolah dalam melakukan ujicoba PTM secara terbatas, penilaian kesiapan daftar periksa versi KPAI mencapai angka di atas 80.  Hanya ada sedikit catatan perbaikan yang disampaikan KPAI kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, diantaranya adalah pengaturan meja baca di ruang perpustakaan dan pengaturan kursi serta pembatas mika plastik untuk ruang konseling peserta didik sebagai bentuk   layanan Bimbingan Konseling (BK) di satuan pendidikan pada masa pandemic covid-19. 

“KPAI mengapresiasi Pemprov Jawa Tengah yang sangat hati-hati melakukan ujicoba PTM di wilayahnya.  Seluruh kabupaten/kota yang menggelar ujicoba PTM dibatasi hanya 5 (lima) per kabupaten/kota, jumlah siswa yang diperkenankan mengikuti uji coba PTM juga hanya kurang lebih sekitar 20% saja.  Sebelum perluas ujicoba, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu,” ujar Retno. 

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatannya bersinergi dalam mengawal ujicoba PTM. Dinas  Kesehatan juga melakukan pendampingan dengan pihak sekolah melalui Puskesmas terdekat, misalnya dalam memberikan petunjuk situasi darurat yang membutuhkan peran tenaga kesehatan dan arahan membuat ruang isolasi sementara di dekat pintu gerbang sekolah. 

Kehati-hatian dengan meminimalkan resiko melalui mitigasi resiko juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ujicoba PTM terbatas di Provinsi DKI Jakarta juga hanya diikuti oleh 85 sekolah dari 11 ribu sekolah yang ada.  Pemprov DKI juga membuka kanal pengaduan PTM terbatas untuk mendapatkan masukan dari masyarakat. 

”Pada Jumat (23/4) lalu digelar rapat evaluasi uji coba PTM terbatas  di DKI Jakarta untuk melakukan perluasan jika memang tidak ditemukan kasus setelah 2 minggu buka sekolah, maka Pemprov DKI Jakarta akan mempertimbangkan perluasan atau penambahan sekolah yang mengikuti ujicoba PTM secara terbatas,” ungkap Retno. 

Pemantauan PTM di Provinsi  Sumatera Barat 

Positivity rate COVID-19 di Sumatera Barat menyentuh rekor baru yakni 17,6 persen. Angka itu tercatat berdasarkan hasil tes pada Selasa 20 April 2021. Pemantauan KPAI  di Provinsi Sumatera Barat dilakukan dengan bantuan jaringan guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Diantaranya, SMAN 2 Kota Padang sudah melakukan PTM terbatas sejak Januari 2021, dan pada akhir Februari  sampai minggu ke 3 April 2021 tercatat pasien C19 ada 10 orang terdiri dari 2 siswa kelas XII dan 8 guru dan keluarganya, namun hingga hari ini sekolah tetap dibuka. 

Sebelumnya, pada Maret 2021 SMAN 1 Sumatera Barat yang merupakan sekolah berasrama, ditemukan kasus penularan covid-19 sebanyak Diduga karena tidak taat protokol kesehatan, jumlah siswa positif Covid-19 di kluster SMA 1 Sumatera Barat, Padang Panjang cukup banyak, yang semula  18 orang menjadi 61 orang. Para siswa kemudian menjalani isolasi mandiri di asrama sekolah.

Kasus serupa juga terjadi di Pesantren Ar-Risalah Kota Padang potensi pasien positif covid-19 mencapai 122 peserta didik dan 3 pendidik.  Seluruh peserta didik yang positif covid menjalani isolasi atau karantina terpisah per generasi dan dalam pantauan tenaga medis Klinik Risalah Medika dan secara rutin diberikan suplemen dan vitamin karena mayoritas peserta didik yang positif tanpa gejala (OTG). Sedangkan di IPDN Baso Agam, Sumatera Barat,  yang juga merupakan sekolah berasrama, ada 25 orang Prajanya terkonfirmasi positif covid-19. 

“Selain itu, dalam bulan ramadhan ini, ada kekhawatiran banyak pihak, ketika siswa ikut pesantren atau pesantren ramadan saat pulang berpotensi menjadi i virus carrier, sehingga menjadi ancaman bagi orang tua dan saudara terdekat mereka yang punya riwayat cormobid di rumah”, tambah Retno. 

Sehubungan dengan peningkatan positivity rate yang  mencapai 17,6% per 20 April 2021 di Sumatera Barat, maka KPAI menyampaikan rekomendasi sebagai berikut :

Pertama, KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/kota di seluruh Sumatera Barat  untuk melarang kegiatan buka bersama dan pesantren Ramadhan dipertimbangkan kembali, mengingat ada potensi besar terjadinya penularan Covid-19. Hal ini untuk mengurangi resiko penularan pada peserta didik yang notabene masih usia anak. 

Kedua, KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/kota se-Sumatera Barat untuk mengevaluasi pelaksanaan PTM pasca meningkatnya kasus covid-19 di Sumatera Barat bahkan mencapai positivity rate tertinggi, yaitu sebesar 17.6%, padahal IDAI menyarankan buka sekolah di suatu daerah ketika angka positivity rate C-19 hanya 5% dan maksimal 10% ke bawah. 

“KPAI mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadikan bulan april s.d. Juni 2021 sebagai bulan persiapan PTM, nanti bulan juli 2021 barulah ujicoba PTM terbatas bukan PTM serentak, karena belajar dari pengalaman Negara-negara yang buka sekolah dan tidak tutup kembali, kuncinya adalah pada Kesiapan, baik kesiapan sekolah, orang tua maupun siswa dengan dukungan penuh daerah,” pungkas Retno.


ARTIKEL TERKAIT